Sabtu, 26 Februari 2011

Lanjutan Cinta Bandung-Bogor 8

Mereka asyik bersenda gurau di sekeliling kebun teh , namun beberapa pasang mata dari kejauhan diatas sana mengamati dengan seksama . Riko dan Andrew melihat kejadia itu dengan cermat mengartika setiap gerak-gerik yang dilakukan oleh Dina dan Rezha .
“Tenang aja lagi ko.. cowok itu gak bakal ngerebut hati Dina .. elo lihat aja tampilannya ? gak sebagus elo.. Dina pasti tetep milih elo kok..” Andrew berbicara kepada Riko yang sedari tadi melipat kedua tangan tepat didepan dada bidangnya . Riko hanya membalas dengan senyuman pedih , diam-diam ada rasa cemburu yang menyelinap di relung hatinya .


*BERSAMBUNG*
NTAR KAPAN-KAPAN GUA SAMBUNG LAGI YA :d

Lanjutan Cinta Bandung-Bogor 7

Pagi datang , mentari mnyinari gorden kamar Villa di lantai satu yang baru saja di sibak oleh Dina itu . Riko tersadar sejenak , ditatapnya wajah ayu itu kemudian ia terssenyum sambil menarik tangan Dina . Dina terduduk sambil mengusap kepala Riko dan rambut hitamnya itu . Diucapkannya selamat pagi kepada kekasih hatinya tetapi Riko hanya membals dengan senyuman manis dan tatapan sayu , maklum saja Riko baru memasuki alam sadarnya setelah semalam mengistirahatkan mata-matanya yang lelah dalam pangkuan Dina . Dina yang masih memakai piyama menggulung-gulung rambutnya menjadi satu ikatan . Ia duduk di meja rias kamar Villa itu , lalu membengkokkan beberapa lehernya ke arah yang berlawanan . Kemudian , ia keluar untuk memantau keadaan di ruang tamu . Apakah masih ada Lisa dan Andrew yang terlelap disana . Ia meninggalkan Riko yang kini tengah asyik mengisap satu batang rokok di kamar villa keluar menuju dapur untuk mempersembahkan sarafan terbaik untuk Riko dan kawan-kawannya . Setelah selesai , ia pun sesegera mungkin bangkit menuju kamar mandi yang ada di arah belakang . Di bersihkannya tubuh mungil itu agar tampak lebih bersih lagi . Ia keluar dan baru mendapati Lisa dan Andrew yang tengah asyik mengobrol di tangga antara lantai 2 dan lantai1 Villa itu .
Jam berlalu begitu cepat, Pagi itu tak terasa hanya dilalui di meja makan dapur .Mereka berempat asyik megobrol dan menceritakan kejadian-kejadian yang lucu . Baru saja Dina berdiri , bel rumah itu berbunyi . Sesegera mungkin ia membuka pintu Villa . Rezha tengah berdiri di depannya dengan satu bucket Mawar merah yang sengaja ia beli untuk Dina .
“Eh… Masuk zha… lagi ngobrol juga gue m anak-anak..”
“Iya din.. nih buat elo..” Jawab Rezha seraya menyodorkan bunga Mawar Merah yang sedari tadi di pegangnya .
“Buat gue yah..? Makasih banget zha..” Dina tersenyum sambil meraih Bucket bunga yang ada di tangan kanan Rezha , seraya berjalan menuju ke arah Dapur .
Riko tersenyum kepada Rezha yang baru saja datang melalui pintu utama Villa itu . Pakaiannya nampak rapi , farfumnya pun tercium sampai ke pelosok hati . Riko tersadar kembali setelah Dina dan Rezha menduduki salah satu kursi di meja makan dapur di Villa itu. Ditatapnya kearah bucket bunga mawar merah yang baru saja diletakkan Dina di meja makan . Namun , Riko hanya diam penuh harap . Ia percaya dan yakin bahwa , Rezha dan Dina hanya berteman biasa layaknya seseorang yang baru kenal satu sama lain . Mereka bersenda guru bersama , melewati jam demi jam detik demi detik dengan perbincangan tentang puncak dan yang lain-lainnya . Rezha yang tiba-tiba memberhentikan perbincangan , dengan sergap mengajak semua teman-teman barunya melewati hari-hari di puncak dengan berbagai fasilitas liburan disana .
“ Ekh .. pada mau keliling puncak gak..?” Ajak Rezha dengan senyumannya yang ceplas-ceplos
“Emang elo tau jalan-jalannya..?” Ucap Andrew
“Iya lah drew .. kalo gue enggak tau .. buat apa gue ajak kalian keliling .?” Timpal Rezha sambil melirik kearah Dina dengan senyuman menggoda
“Boleh aja sih .. iya kan sayang?” Ucap Riko sambil menggengam erat tangan kiri Dina
“Iya .. kalo gue sih oke-oke aja zha..” Jawab Dina sambil membalas genggaman erat tangan Riko
“Gimana kalo sekarang aja zha..?” Tawar Lisa sambil berdiri didepan teman-temannya . Ia tak ingin membuat liburan bikinan Dina itu mejadi panjang . Akhirnya mereka semua memutuskan untuk berjalan-jalan ke sekeliling puncak . Rezha mendahului mereka sebagai pembimbing layaknya wisatawan yang baru saja berdatangan ke puncak . Tempat pertama yang mereka kunjungi ialah kebun bunga yang hanya berjarak beberapa meter dari Villa mereka .

Mereka sampai di kebun bunga yang asri itu . Lisa tersenyum kepada Rezha yang sedari tadi menatapnya misterius . Sementara Riko , hanya berjalan-jalan sendiri di ujung bunga anggrek , meninggalkan Dina yang kini tengah asyik di padang bunga mawar . Dina memang mengagumi bunga mawar sejak ia masih seumur jagung di dunia . Matanya kelap-kelip ketika salah satu debu yang ada di tempat bunga mawar memasuki ke mata indahnya . Dina merintih kesakitan , Rezha yang sedari tadi memperhatikan kelakuan Dina dengan sergap menghampiri gadis itu .
“Sini-sini , gue tiupin .. Makanya hati-hati din .. ni baru debunya belum durinya.. hehehe .. pejamin mata elo..” Canda Rezha sambil meniup mata Dina dengan lembut
“Aduh..” Rintih Dina kesakitan
“Udah gak papa .. buka deh pelan-pelan ,, sekarang pasti udah agak baikkan..” Jawab Rezha dengan mengusap lengan Dina . Dina hanya tersenyum kepada Rezha yang sedari tadi berdiri rapi didepan matanya . Rezha hanya tersenyum simple di depan gadis yang diam-diam ia kagumi itu .
“Kenapa sayang..? Mata kamu kenapa..?” Ucap Riko dari kejauhan ketika menyadari kekasihnya tengah mengalami masalah pada bagian mata . Dina hanya membalas dengan teriakan baik-baik saja . Riko pun tak terusik lagi , ia asyik mengamati bunga anggrek yang belum pernah sama sekali ia lihat .
Dina tersenyum kepada Rezha , tatapan mereka beradu begitu asyik . Terlalu lama , hingga melarutkan keduanya . Lisa dan Andrew yang mengamati kejadian itu dari kejauhan , berusaha memaklumi hanya dengan senyuman mereka berdua pun asyik mengamati bunga-bunga sambil bergandengan tangan . Ada gejolak cinta yang tengah di rasakan Andrew dan Lisa begitu juga Rezha dan Dina yang masih betah beradu pandang di tengah-tengah mawar merah seperti bucket yang tadi pagi di berikan oleh Rezha .
“Bunga-nya bagus yah..” Ucapnya Riko dari kejauhan yang tiba-tiba menyadarkan Dina dan Rezha . Rezha tertegun , ia tersenyum malu begitu pula Dina .
Mereka sama-sama tak pandai menyembunyikan perasaan . Rezha dibuat gila setengah mati oleh tatapan mata Dina yang terus menukik , meusuk ke dalam jantung hatinya yang terdalam . Dina pun merasakan hal yang sama , debaran jantungnya makin berdetak cepat . Sepertinya , cinta itu terjadi lagi . Apa benar ia jatuh hati pada orang lain , seorang pelukis yang baru saja di kenalnya di puncak bogor yang banyak memberi kesejukan di hatinya . Mereka berdua tak tahu apa jawabannya hanya mata yang bicara , melengkapi kekosongan di hati meski kenyataan menyadarkan Dina tak lagi sendiri .
“Kamu suka mawar…?” Tanya Rezha denga lembut . Bahkan perkataan Elo-Gue berganti menjadi Aku-Kamu
“Iya , suka banget malahan . Kok pake kata ‘kamu’ zha….?” Tanya Dina seraya mencium salah satu bunga mawar merah yang berada di hadapan matanya
“Eh.. gak papa.. Gak boleh yah Din..?”
“Gak.. boleh kok zha… Oh ya , ke tempat lain yuk ..?? Bosen nih disini mulu..” Ajak Dina seraya menarik tangan Rezha menuju pintu keluar
“Boleh .. yang lain gimana..?”
“Udah biarin aja.. entar juga mereka nyusul..”
“Ya sudah .. Riko..? gimana kalo kita main Layang-Layang di sana ,” Ucap Rezha seraya menuju ke arah matahari terbit ketika keluar dari Taman Bunga meninggalkan Riko dan lain-lainnya
“Biarin aja Riko .. boleh tapi kamu ajarin aku yah..” Ucap Dina seraya berlari-lari mengitari kebun teh dengan senyum manja
“Iya Dina yang paling cantik” Ucap Rezha dengan senyuman yang penuh cinta kasih

Lanjutan Cinta Bandung-Bogor 6

Dina dan Lisa yang tengah asyik mengobrol di Ruang Tamu Villa , kembali dikejutkan oleh suara Riko . Ia meminta Dina untuk menemaninya di Balkom Villa , Lisa pun tak keberatan karena ada Andrew yang datang seusai mandi dan rapi , menemaninya mengobrol dan menonton Tv di Ruang Tamu .
Sementara Dina , yang menyusul Riko ke Balkom kembali tersenyum indah ketika tangan Riko menyambut hangat tangannya yang menyelusuri gagang tangga minimalis nan indah itu . Ruangan lantai dua itu memang luas tapi , ayahnya membuat pintu ketika dipengjuhung tangga menuju ke atas itu . Sehingga , ketika pintu itu dibuka terlihat hamparan karpet coklat bermotif kaligrafi italia dilengkapi dengan satu buah Tv 21inc , 2 kasur sejenis sofa dan 1buah Cd minimalis untuk berdansa , semua itu sangat cocok untuk peralatan Villa di puncak yang hawanya kini semakin dingin itu .


Dina menghembuskan nafas dingin , Riko duduk disampingnya berdiam diri menikmati hawa yang sama untungnya saja Riko memakai Jacket pemberian Dina pada ulang tahunnya taunt lalu . Sedangkan Dina hanya memakai piyama panjang berwarna hijau muda . Pintu balkom dibiarkan Riko terbuka , perlahan diraihnya tangan Dina dan dikecupnya tangan mulus itu . Dina tertegun , sambil meresapi kecupan bibir Riko yang menempel pada tangan kanannya . Riko melepasnya , menetralkan suasana dengan memulai percakapan singkat yang membuat hawa dingin semakin menjadi , merasuk ke tubuh Dina ..

“Sayang…”

“Apa..?” Ucap Dina sambil menatap Riko yang ada disebelah kanannya

“Maafin aku yah…”

“Untuk apa?” Tanya Dina bingung sambil menyandarkan kepalanya ke pundak Riko

“Untuk selama ini , aku udah egois sama kamu .. meskipun kita pasangan yang serasi . Tapi orang-orang gak pernah tau keadaan kita sebenarnya . Kamu terlalu pandai untuk menyembunyikan masalah kita bahkan terhadap Lisa dan Andrew juga .. Maafin aku beib…” Jelas Riko yang mencium rambut panjang Dina yang terurai indah itu .

“Aku gak apa-apa kok Riko sayang .. don’t worry my honey .. jangan khawatirkan keadaan aku…” Ucap Dina seraya bangun dari sofa dan mulai berjalan ke arah balkom . Tanpa ia sadari dibawah sudah ada lelaki lain yang tiba-tiba mencintai dan mengaguminya , lelaki itu mengamatinya dari kejauhan teras bawah ke balkom atas .

Rezha baru saja ingin memanggil namanya , tetapi ia urungkan niat itu ketika sepasang tangan lelaki lain melingkari pinggang Dina dan memeluk wanita itu dengan mesra . Ia terluka , goresan itu sangat nyata . Bagaimana bisa ia melihat kejadian itu sendiri dengan mata kepalanya , untungnya saja Riko dan Dina tidak menyadari ada keberadaannya yang menatap tajam ke mereka berdua . Indahnya suasana puncak yang dingin itu menjadi saksi kepiluan Rezha . Tak ia sangka , kebahagiaan yang baru saja ingin ia raih kembali berlalu bagai debu yang hilang bersama angin . Dengan harapan yang hampa dan kosong itu ia memutuskan untuk duduk di Restaurant Riung Gunung sambil menyantap kopi kesenangannya . Seharusnya , ia sadar bahwa Dina tidak akan semudah itu jatuh cinta padanya . Tidak sepertinya , yang baru saja sehari berkenalan sudah jatuh hati pada Dina .


‘Oh.. inikah yang namanya Cinta Pertama…’ Gerutu Rezha dalam hati sambil terus diam .

Sebenarnya , ini bukan pertama kalinya Rezha jatuh hati pada seorang model . Dulu , ia juga pernah merasakannya . Gadis yang beruntung itu bernama , Chintya . Bernama Lengkap Chintya Dwi Purnama . Kisah cinta mereka berlangsung lama sekitar 3tahun lebih . Tapi , na-as nasib memang tidak menjodohkan mereka . Chintya meninggal pada kecelakaan pesawat dari Manado ke Jakarta . Padahal , 2 hari kedepannya mereka akan melangsungkan akad nikah . Dulu Rezha memang berdomisili di Jakarta . Tapi kekecewaannya terhadap kejadian itu membuatnya mengambil cuti dan memilih puncak Bogor sebagai penginapan sekaligus tempat Refresingnya itu . Hingga sekarang ia dapat bertemu dengan Dina , orang yang mampu mengugah kembali isi hatinya . Namun , kekecewaan harus ia dapatkan kembali . Tetapi , ia percaya dan optimis akan terus berusaha merebut hati Dina , meskipun ia sendiri tahu ada Riko kekasih Dina yang kini di samping Dina . Yang akan selalu Setia menjaga dan bersama Dina selalu .


Riko datang secara tiba-tiba memeluk Dina dari belakang . Dina menggeliat manja , dan berbalik kearah Riko . Tatapan mereka kini sama , tangan Dina yang menggulung di leher Riko semakin romantic dengan pelukan erat Riko di pinggang Dina . Musik berjalan , suasana romantic itu semakin menjadi ketika disadari salah satu lagu dari penyanyi terfavorite Dina yaitu Celine Dion mulai memutar dan menetralkan suasana .

“Mana ada sih orang dansa , pake piyama kaya aku gini…” Ucap Dina seraya memeluk Riko yang sedari tadi tersenyum padanya

“Gak apa-apa sayang , kamu tetep terlihat cantik kok…” Jawab Riko sambil mengangkat Dagu Dina dan mendaratkan sebuah ciuman manis di bibir gadis mungil itu . Dina hanya tersenyum malu dan kembali berdansa dengan Riko .

Cuaca dingin malam itu , mampu membuat semua orang-orang yang Dina kenal mati kutu . Terlebih Rezha yang tak datang kerumahnya , entah mengapa tiba-tiba ia merindukan lelaki kocak itu . Mesikpun , ia kini tengah berada di dalam pelukan Riko .



Malam semakin dingin , puncak itu banyak memberikan kesan tersendiri bagi Dina . Mereka berdua memasuki ruangan tingkat dua dan turun ke bawah untuk melihat-lihat suansana . Mereka tersenyum lugu , ketika mendapati kedua sahabatnya Andrew dan Lisa yang tertidur di sofa depan Tv ruang tamu dan lucunya lagi kepala Lisa tepat bersandar di bahu kanan Andrew . Mereka membiarkan keadaan itu , lagi pula jam malam sudah larut . Mereka sendiri memasuki kamar yang sama yang berada di lantai 1 Villa Pak Rahman itu . Dan tidur untuk merenggangkan sejenak otot-otot mereka yang lelah . Meskipun dalam satu ranjang mereka tidak akan berbuat hal gila yang seperti orang-orang bayangkan . Dina mendekap hangat tubuh kekar Riko , dan tenggelam kealam mimpi dengan kehangatan yang penuh cinta . Begitu juga Riko yang tenggelam dengan pelukan Dina di malam puncak yang dingin itu . Hanya Rezha yang masih bertahan dengan kopi hangatnya belum menginginkan diri untuk kembali ke Villa yang hanya berjarak beberapa meter dari restaurant itu .


‘Dina .. have a nice dream yah !!’ Ucapnya dalam hati seraya meneguk kembali kopi yang sudah ke 5kalinya ia pesan .


Setengah jam berlalu , Rezha masih tetap terdiam di tempat yang kini sunyi iyu . Restaurant Riung Gunung tutup tepat jam 12 malam lalu . Kini jam menunjukkan setengah satu malam . Rezha yang kesepian memilih untuk kembali ke Villa-nya yang hangat dan berkesan itu . Sesampainya di Villa , dinyalakannya lampu kamar dan bergegas ia memasuki selimut biru yang tertata rapi itu . Tak lupa ia panjatkan Do’a kepada Tuhan Yang Maha Kuasa , yang telah memberikannya kehidupan dengan berkah yang patut di syukuri . Rezha pun mengarungi alam mimpi nya yang indah sama seperti Riko dan Dina , juga Lisa dan Andrew .

Lanjutan Cinta Bandung-Bogor 5

Suasana kembali hening setelah Dina menutup pintu Villa-nya itu . Lisa dan Andrew yang masih asyik bergandengan tangan itu serentak menatap kearah Riko yang masih terduduk mangut . Mereka berdua memberi symbol agar Riko dapat memulai pembicaraan atau sekedar basa-basi karena , Lisa dan Andrew menangkapi wajah Lisa yang mulai cemberut kembali . Riko yang tak mau menyia-nyiakan kesempatan memahami kode kedua sahabatnya itu .

“Din..” Ucap Riko perlahan

“Iya .. napa ?” Jawab Dina dengan ketus padahal dalam hatinya juga, ia sangat senang melihat Riko yang cuek-bebek itu berubah menjadi lelaki yang lembut , yah walaupun itu hanya ketika Dina ngambek

“masih marah yah sama aku..?”

“Enggak kok .. buat apa juga gue marah sama elo , kan gue selalu salah di mata elo..” Jawab Dina mulai memberi sinyal kepada Lisa dan Andrew untuk meninggalkan mereka berdua

“Ko.. gue tinggal bentar yah.. ambil koper dulu di mobil elo .. kuncinya mana ..?” Ucap Lisa memotong pembicaraan mereka

“nih .. barang gue sekalian yah bro ..” Riko menjawab dan melemparkan kunci mobilnya kepada Andrew yang berdiri duluan di depan pintu . Andrew dan Lisa pun bergegas keluar ruangan itu dan menuju parkiran .

“Kaya anak kecil yah , mereka berdua ..” Ucap Lisa ke Andrew saat hendak sampai ke mobil CR-V milik Riko

Sementara Andrew dan Lisa asyik mengobrol di bagasi mobil , Riko dan Dina yang masih berada di Ruangan itu tetap bertahan dengan gengsi masing-masing . Namun , akhirnya sifat Dina yang berubah cuek dan angkuh itu membuat hati Riko kembali luluh dan melemah .

“sayang .. gak usah marah lagi sama aku .. please .. aku minta maaf sama kamu ..!” Ucap Riko yang menghampiri Dina dan berlutut menunduk didepan gadis cantik itu . Dina sebenarnya kasian terhadap Riko , dia tidak bisa terlalu menyiksa perasaan kekasihnya itu meskipun ia sendiri sering terluka akibat kegilaan dan keegoisan Riko .

“Untuk apa minta maaf ..? hal itu gak bakal bisa hapusin rasa sakit hati gara-gara tamparan elo..” Ucap Dina bangkit dari duduknya dan berjalan kecil . Riko pun bangkit dari tempat dimana dia berlutut . ditatapnya Dina yang berdiri membelakanginya .
‘kena-kan lo .. hahahaha’ Ucap Dina dalam hati , seraya meneruskan langkah kakinya yang pelan

“Aku tau aku salah beib, seharusnya aku gak nampar kamu n jadinya gak akan kaya gini .. aku minta maaf beib , tapi kalau kamu bener-bener benci sama aku , aku terima aja ..” Jawab Riko memelas seperti anak kucing yang ingin menyusu ke mama-nya . Dina menoleh ke arah Riko yang berada tepat 2 langkah dibelakangnya . Didekatinya wajah itu , sayup sendu .. seperti kurang tidur . Perlahan , dipeluknya lelaki yang berada tepat dihadapannya .

“Aku maafin kamu kok sayang.. aku udah maafin kamu .. janji yah gak gitukan aku lagi..?” Ucap Dina dalam pelukan kekasih hatinya dan Riko pun membalas pelukan Dina dengan penuh cinta dan kasih

“Aku sayang kamu Din .. Aku janji gak akan buat kamu sakit lagi .. maafin aku yah sayang..” Balas Riko dengan sebuah kecupan indah tepat di kening kanan Dina .

“Wei … pacaran aja elo.. bantuin Andrew gih tuh di luar bawa barang .. kasian asma-nya..” Ucapan Lisa dari balik pintu mengagetkan Dina dan Riko yang sedari tadi berpelukan di Ruang Tamu .

Tanpa berfikir panjang mereka bertiga keluar dari Villa dan bergegas membantu Andrew yang sedari tadi sudah ngos-ngosan , maklum saja Andrew memang anak yang tidak terlalu kuat pada daerah bercuaca dingin karena , asma-nya sering kambuh pada saat tertentu . Mereka memutuskan untuk menaruh barang-barangnya di kamar lantai atas Villa itu . Tapi tidak Riko , ia memutuskan untuk menaruh barang-barangnya dikamar Dina mungkin ia akan memutuskan untuk tidur dikamar kekasihnya itu .


Sore berlanjut , memenuhi kekecewaan Rezha terhadap Dina yang tak dapat memenuhi permintaannya untuk makam siang bersama . Tapi , ia pantang menyerah mendekati model itu meskipun ia tahu gadis itu sudah mempunyai pacar yang seumuran dan jauh lebih darinya , yang hanya seorang pelukis biasa . Entah kenapa , Rezha cepat sekali memutuskan hal bahwa ia mencintai gadis baru itu padahal mereka baru 1 hari berkenalan dan itu waktunya sangat singkat dalam hitungan jam mungkin . Tapi , kejadian tadi pagi yang membuatnya tertegun . Teringat ketika tidak sengaja ia menabrak gadis cantik itu , dan tubuh mereka berdempetan di atas rerumputan . Langit , Bumi , angin dan debu di Puncak jadi saksi kebahagiaan Rezha di sore hari mnjelang siang itu . Ia berharap , Dina dapat merasakan hal yang sama seperti yang ia rasakan . Di fikirkannya ide baik , yang menurut hatinya membuatnya bahagia . Dan pada akhirnya , Rezha memutuskan untuk mengunjungi Villa Dina pada malam nanti , ‘sekalian liat anak-anak baru itu’ Ucapnya dalam hati sambil tersenyum gembira.

Lanjutan Cinta Bandung-Bogor 4

Lisa yang masih setengah sadar dengan perlahan membuka pintu mobil dan segera turun . Ia menatap ke depan , terlihat hamparan kebun teh yang luas dan tak jauh dari pandanganny terlihat Restoran bernamakan Riung Gunung . Juga banyak tempat-tempat yang indah lainnya , ada jalan menuju Taman Safari Puncak , dan ada juga jalan setapak menuju Kebun Bunga . Lisa tertegun , terdiam tanpa fikiran apapun . Ia bukan hanya sekali ke Puncak , tapi sudah berkali-kali namun entah kenapa hari ini rasanya berbeda . Mereka tepat memarkirkan mobilnya di area puncak pariwisata . Jelas saja tidak salah mata Lisa terpaku dan bibirnya terkunci . Kemudia mereka bertiga memutuskan untuk mencari Dina disalah satu Villa yang tepat dibelakang mereka .
Dina , yang sekarang sedang bingung dikamar masih saja membongkar-bongkar isi kopernya . Ia mencari baju yang tepat untuk makan siang itu , dan akhirnya pilihannya tertuju pada sweater biru dan jeans hitam yang sekarang sedang ng-tren dengan sepatu santai berwarna putih bening itu mirip seperti sepatu kaca . Dirapikannya kembali isi koper yang berhamburan keluar , tak lupa ia memoles sedikit bibir mungilnya dengan lipstick yang berwarna pink muda dan memakai bedak berwana putih kekuning-kuningan , Wajah itu Nampak terlihat dewasa sekarang. Tepat selesai semua , bel Villa berbunyi menggema diruangan , tak lupa dipakainya bandana putih dan membiarkan rambutnya terurai indah . Dibukanya pintu dengan senyuman dan alangkah terkejutnya Dina , ketika mendapati orang didepan pintu . Rezha , dan dibelakangnya diikuti oleh kedua sahabatnya dan Riko sang kekasih hatinya . Muka sumringah itu berubah menjadi getir kepedihan , Rezha tersenyum kepada Dina diikuti oleh ketiga orang lainnya .

“Hey .. Din … kita boleh masuk nggak..?” Ucap Rezha sambil menunjuk kearah dalam ruangan di Villa tersebut

“eh.. Boleh kok.. ayo masuk , duduk dulu yah..” Jawab Dina mempersilahkan mereka masuk dan duduk . Ia pun segera beranjak ke Dapur untuk membuat beberapa minuman dingin . Setelah beberapa menit kemudian , ia kembali membawa 3 lemon tea dan beberapa makanan kecil yang dibelinya sewaktu jalan ke bogor .

“Makasih Din.. elo kenal mereka..?” Ucap Rezha sambil meneguk lemon tea yang di suguhkan Dina . Sementara Lisa dan Andrew hanya saling diam , tanpa mereka berdua sadari tangan mereka berpegangan erat . Sedangkan , Riko hanya tersenyum hambar ketika melihat keakraban Dina dan teman barunya itu . Rasa cemburu menyelimuti hatinya , ketika Dina menatap Rezha dengan tatapan mata yang penuh kasih .

“Iya .. kenalin zha.. itu Lisa , disampingnya Andrew mereka berdua sahabat gue , satu sekolah juga .. Dan itu…” Ucapan Dina mulai berhenti ketika mentap mata Riko yang menandakkan api cemburu yang mulai membara di hatinya

“Gue Riko..” Sergap Riko sambil menyulurkan tangannya ke Rezha , dengan senyuman Rezha pun membalas salaman tangan Riko dan Rezha juga tersenyum pada kedua sahabat Dina yang lainnya

“Gue tadi ketemu mereka pas keluar Villa , jadi pas mereka nyebutin nama Dina , yah gue fikir elo lah Dina yang satu-satunya gue kenal di Puncak ini..” Jelas Rezha sambil tersenyum ceplos kepada Dina
Mereka semua diam dalam kebisuan , terlebih Riko yang melihat adegan itu . Fikirannya sudah menerawang jauh , berkali-kali dia mendengus kesal .

“kalau gitu , gue balik yah Din… Soalnya jam2 siang ini ada klien mau ketemu gue di Restoran Riung Gunung ituu . .” Pamit Rezha yang mulai berdiri

“oh gitu yah.. makan siia….” Ucapannya terputus ketika melihat tampang Riko yang mulai memanas

“Besok-besok masih bisa kok.. semuanya gue balik dulu yah? Salam kenal aja gue Rezha , Villa gue berjarak 2Villa aja dari Villa Dina .. kalo ada perlu apa-apa , panggil gue aja .. ” Ucapnya sambil menebar senyum dan keluar lewat pintu utama yang tempat masuknya tadi .
Ia teringat sewaktu di perjalanan menuju Villa Dina . Ada perasaan cemburu di hati Rezha ketika mendengar ucapan Riko yang mengatakan bahwa Riko adalah kekasih hati Dina . Tapi apalah daya , ia hanya seorang Pelukis yang sedang berlibur di kawasan puncak ini dan tanpa sengaja menyukai seorang model cantik yang berasal dari bandung tetapi sudah mempunyai pacar itu .